Tiga penari yang akan mempersembahkan dua buah tarian sunda sedang berpose (kiri) dan tari topeng yang sedang dibawakan pada publik Jepang dan Indonesia (kanan) Kredit : Langiselatan
Tampak di layar publik Jepang yang sedang menikmati pengamatan dari Bosscha, dan inset pada layar menunjukan video yang disiarkan dari ndonesia. Pada layar televisi tampak Crux yang diamati dari Bosscha dan kemudian di streaming ke Jepang.
Kredit : langitselatan
Pengamatan tersebut ditampilkan lewat video dan distreaming ke Jepang melalui internet. Selain menampilkan penampakan konsetelasi tersebut ke publik di Jepang, Dr. Hakim L. Malasan juga memberikan kuliah umum kepada publik Jepang mengenai setiap objek yang sedang mereka lihat di layar monitor.
Pengamatan juga dilakukan pada omega centauri (? Cen) dengan menggunakan teleskop GAO-ITB RTS disertai penjelasan kepada publik mengenai objek yang diamati tersebut. Setelah pengamatan dan sesi tanya jawab antara publik di Jepang dan di Indonesia, acara pun ditutup oleh Dr. S.D Wiramihardja (Indonesia) dan Dr. O. Hashimoto (Jepang) dengan kepuasan dari publik di Jepang atas pengamatan yang disiarkan dari Indonesia.Acara serupa, saat publik Indonesia bisa melakukan pengamatan secara remote untuk menikmati indahnya langit belahan utara di Jepang, baru akan dilakukan pada bulan Januari atau Februari. Hal ini disebabkan karena pada periode waktu tersebut, langit di negeri Sakura baik untuk pengamatan, sama seperti pada periode Juni - Juli di Indonesia, ketika langitnya baik untuk melakukan pengamatan.
Malam itu langit Bosscha sangat cerah, taburan bintang terlihat jelas, seakan tersenyum mendukung keberlangsungan acara antardua negara tersebut. Menurut Dr. Hakim. L. Malasan, kerja sama Jepang dan Indonesia atau antara Observatorium Bosscha dan Observatorium Gunma sudah berjalan selama empat tahun dan akan terus berlanjut di masa mendatang. Selain untuk riset antardua negara, kerja sama dalam bentuk GAO-ITB RTS tersebut ditujukan juga untuk edukasi publik mengenai langit, khususnya perbedaan antara langit kedua negara tersebut dan juga objek-objek yang bisa mereka lihat.
Sumber : Langitselatan.com
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut Dokumentasi FOSCA selama di Boscha.
Brrr.. Dingin2 Enaknya makan.. Sambil di temenin bakwan ama kerupuk jengkol
Hasil Foto yg Tak disengaja. [ Ternyata bagus juga ] Kredit : Indra Firdaus
Diskusi. Fosca dengan Dr. Hakim L Malasan
Diskusi. Fosca dengan salah satu Mahasiswa Astronomi ITB
Persiapan Mengitai Langit Malam di Wisma. Jangan lupa bawa sarung biar gak dingin. hehehe..
All Crew Fosca in Wisma Kinderdof. Dengan beberapa pembina Fosca nd Mahasiswa ITB.
All Crew Fosca. Behind Boscha Observatory
Sedikit kenang-kenangan. Berharap kita bisa kembali lagi kesini.
Terakhir. Menggila sebelum Meninggalkan Boscha. Hiks
Astrofotografi In FOSCA.
0 komentar:
Posting Komentar