Minggu, November 02, 2008

CLEAN UP THE WORLD 2008


Start Today.. Save Tomorrow.. Clean Up Our Climate

Clean Up The World adalah kampanye lingkungan yang dilaksanakan oleh masyarakat untuk mengajak dan memberdayakan komunitas di seluruh penjuru dunia dalam upaya menciptakan lingkungan hidup yang lebih bersih dan lebih sehat untuk dihuni. Pada tahun ke 16 gerakan ini dapat memobilisasi lebih dari 35 juta seukarelawan dari 110 negara di seluruh dunia.

Kampanye lingkungan ini merupakan gerakan terbesar di dunia dengan misi :

Memberikan Inspirasi kepada individu dan masyarakat di seluruh dunia untuk membersihkan, menata, mengendalikan, dan melestarikan lingkungannya.

Sebagai perintis gerakan dunia ini du INDONESIA sejak tahun 1993, Clean up community kembali mengajak partisipasi aktif segenap warga masyarakat untuk bergabung pada tahun 2008 ini dengan tema :

Start Today.. Save Tomorrow.. Clean Up The Our Climate

Dengan fokus kegiatan untuk mencegah perubahan iklim global seperti :
1. Hemat Energi
2. Pengurangan penggunaan kantong plastik
3. Pengurangan limbah
4. Penanaman pohon
5. Program pendidikan lingkungan
6. Pendidikan yang terfokus pada : Reduce, Reuse, Recycle, dan Avoid

Acara yang di lakukan meliputi :
1. Jalan Pagi Peduli Lingkungan - Minggu, 26 Oktober 2008 Pukul 06.00 ( Jl. Sudirman )
2. Acara Clean Up The World 2008 - Minggu, 26 Oktober 2008 Pukul 07.00 ( Gelora Bung Karno )

-------------------------------------------------------------------------------------------------

BERIKUT DOKMENTASI FOSCA DALAM ACARA CLEAN UP THE WORLD 2008

Jalan Santai Pagi-pagi Clean Up The World bareng anak-anak FOSCA.

Start Today.. Save Tomorrow.. Clean Up Our Climate..

Peserta Clean Up The World 2008

Lomba Tebak Gambar.. Hayo gambar apa ini...

Tepuk Tangan.. Woooeeeee....

Hayo baris! tangannya dibelakang! jangan nengok-nengok!

Ngapain nih pada baris?

WeitS!! ngapain tuh orang! Woi! tempat rame nih.. " !@#!$@$&*%^"

" !@#$^@(#@&*#@)#^@*$@^&#@(#)*)&#($*#( "

Kita bersihkan sampah-sampah yang ada di gelora bung karno.. SMANGAT!

hasilnya.. banyak juga yah..

Weitzs.. penghibur kelelahan..

Berpose dulu.. abis mungutin sampah..

Di depan banner Clean Up The World 2008..

Pinjem Bannernya sama karung sampahnya ya mas..

Poto bareng pembina..


Nantikan Posting berikutnya..
Oke?

Salam FOSCA.

RigeL

Selasa, Oktober 07, 2008

METEOR SHOWER

Meteor shower adalah puncak kenampakan meteor terbanyak pada suatu periode. Pada hari-hari biasa terlihatnya meteor merupakan suatu faktor kebetulan, namun pada malam puncak meteor shower atau disebut dengan istilah ‘peak’, kita dapat menyaksikan kilatan cahaya meteor puluhan atau bahkan ratusan meteor setiap jam. Saat hujan meteor Leonid pada November 2001 terdeteksi lebih 3000 meteor dalam satu jam sehingga para astronom menyebutnya sebagi badai meteor atau 'meteor storm'.


Asal Hujan Meteor

Kebanyakan meteor berasal dari kumpulan sisa debu komet yang pernah melintas di dekat jalur orbit bumi. Selama periode satu tahun bumi mengelilingi matahari, maka pada suatu saat bumi melewati sekumpulan debu yang merupakan sisa komet tersebut. Akibatnya debu-debu yang berupa batuan tersebut tertarik oleh gravitasi bumi dan karena bumi memiliki sistem perlindungan berupa lapisan atmosfer maka ia akan terbakar dan nampak sebagai goresan cahaya yang melintas cepat di langit. Bahkan ketika meteor yang terbakar berukuran cukup besar, kita akan melihatnya seperti sebuah bola api atau ‘fireball’ yang memancarkan cahaya sangat terang seperti pernah terjadi pada bulan yang lalu di Yogyakarta. Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa asal dari meteor shower ini adalah kumpulan debu bekas Komet 109P atau Swift-Tuttle yang pernah melintas. Dilihat dari bumi bumi meteor-meteor tersebut seolah berasal dari satu titik di langit yang dikenal dengan istilah ‘radiant’.

Penamaan meteor shower ini umumnya didasarkan pada rasi atau gugus bintang tempat asal radiant meteor. Selama periode satu tahun banyak terjadi peristiwa meteor shower. Diantaranya yang cukup besar dan terkenal adalah; Quadrantids 3 Januari di rasi Bootes, Lyrids 21 April di rasi Lyra, Eta Aquarids 5 Mei di Rasi Aquarius, Southern Delta Aquarids 28 Juli di Rasi Aquarius, Perseids 12 Agustus di Rasi Perseus, Orionids 21 Oktober di Rasi Orion, Leonid 17 November di rasi Leo dan Geminids 13 Desember di Rasi Gemini. Juga selama bulan Agustus ini sebenarnya juga terjadi beberapa hujan meteor yang lain namun frekuensi kenampakannya hanya kecil.

Teknik Observasi Meteor Shower

Untuk mengamati meteor shower Perseids yang akan terjadi pada malam tanggal 12 Agustus 2006 nanti yang secara kebetulan juga pas malam Minggu, tidak diperlukan binokuler maupun teleskop. Cukup mata dengan penglihatan yang tajam serta dilakukan sambil tiduran menghadap ke atas ke sekitar radiant meteor tersebut yaitu arah Timur-Laut. Jangan lupa carilah tempat yang lapang dan terhindar dari polusi cahaya, misalnya di halaman belakang rumah atau bahkan di luar kota atau di daerah pantai sambil berkemah. Diperkirakan kenampakan meteor cukup banyak akan terjadi mulai sekitar pukul 02.00 dinihari, oleh sebab itu jangan sampai tertidur. Kalau ada kamera baik kamera maupun kamera video nampaknya perlu juga kita persiapkan menjaga kemungkinan terjadi peristiwa yang bagus untuk direkam. Gunakan kompas atau pedoman bintang untuk mencari arah. Lebih penting juga perlu dipersiapkan adalah perlengkapan pribadi seperti baju hangat, selimut atau sleepingbag karena pengamatan dilakukan pada tengah malam untuk menjaga hawa dingin serta alas tidur dan bantal. Minuman hangat dan makanan kecil bagus untuk menemani saat pengamatan. Radio, tape atau walkman maupun MP3 player baik juga dipersiapkan biar pengamatan tambah romantis. Radiant atau pusat meteor shower Perseids akan terbit di arat Timur Laut menjelang pukul 12 malam, sehingga kita punya waktu beberapa jam sampai sebelum langit Timur mulai benderang. Kecuali itu, ada hal lain yang cukup mengganggu pengamatan yaitu cahaya bulan, yang malam itu 3 hari selepas purnama. Tentunya ini akan mengurangi kenampakan meteor-meteor yang berukuran kecil. Tapi bukan masalah, cahaya meteor cukup terlihat dengan jelas walau ada sinar bulan sekalipun. Siapa tahu kita berkesempatan menyaksikan “fireball” malam itu. Dan cuaca pada bulan ini nampaknya juga menjadi faktor yang bersahabat sebab beberapa hari ini langit Indonesia selalu cerah (lihat citra satelit pada icon sidebar) di samping. Kita berharap kondisi ini akan terus cerah sampai saat Perseids datang nanti.

BULAN OKTOBER AKAN ADA 2 METEOR SHOWER
1. DRACONIDS METEOR SHOWER
2. ORIONIDS METEOR SHOWER


Rabu, 8 Oktober 2008
Draconids Meteor Shower @ 19:00 WIB

Meteor ini masih dalam kelompok minor yaitu hanya menghasilkan beberapa goresan cahaya setiap jamnya. Radiant Draconids berasal dari sekitar Rasi Draco yang nampak di arah Utara agak rendah. Shower ini kurang bagus disaksikan dari Indonesia karena radiant berada sangat dekat dengan horizon. Apalagi kenampakan Bulan juga cukup mengganggu.

Selasa, 21 Oktober 2008
Orionids Meteor Shower Peak @ 01:00 WIB - Subuh

Selasa pagi dinihari ini sampai sebelum fajar kita dapat menyaksikan puncak Hujan Meteor Orionids (ORI - IMO 27). Kenampakan meteor ini sebenarnya dapat terlihat mulai tanggal 2 Oktober sampai 7 November nanti. Radiant meteor ini berada di sisi bawah Rasi Orion atau "Waluku". Rasi ini tampak sangat dominan di langit Timur mulai lepas tengah malam. Orionid dapat menampakkan sampai 20 meteor setiap jam saat puncaknya dengan kecepatan mencapai 66 km/s. Meteor shower Orionid ini merupakan sisa dari debu Komet 1P/Halley. Namun sayang kenampakan Orionids kali ini akan terganggu oleh benderangnya cahaya Bulan malam itu. Namun tidak ada salahnya untuk coba mengamati siapa tahu ada fireball yang cukup terang malam itu.


CONTOH - CONTOH METEOR SHOWER

Aurigid Meteor Shower ( Kredit : APOD )

Geminid Meteor Shower ( Kredit : APOD )

Meteor Surprise ( Kredit : APOD )

Perseids Meteor Shower, M45, Mars ( Kredit : APOD )


Source Artikel : mutoha.blogspot.com


SIAP-SIAP MENANTI ORIONID METEOR SHOWER KAWAN..
SMOGA LANGIT GAK MENDUNG..

SALAM..
FOSCA..

Selasa, September 30, 2008

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H


Get Hari Raya Graphics Here



Get Hari Raya Graphics Here



Jika Cinta adalah Istana, Maka Kejujuran adalah singgasana..
Jika kesetiaan adalah mahkota, maka maaf seorang sahabat adalah keabadian tahta..

KAMI DARI SELURUH PENGURUS FOSCA MENGUCAPKAN :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H.

Minal Aidzin Walfaidzin..
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Jumat, September 26, 2008

FOSCA Goes To School

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari minggu, 21 september 2008.. suatu kesempatan yang sangat menyenangkan bagi FOSCA. karena ini adalah kesempatan yang pertama kalinya FOSCA tampil di depan publik.

FOSCA hadir dalam acara Pesantren Ilmiah Remaja yang diadakan oleh KIR dari SMAN 4 Bekasi. Perwakilan dari FOSCA yang kali ini hanya dari SMAN 38 Jakarta yaitu Indra Firdaus dan dari SMAN 34 Jakarta yaitu Titania Virginiflosia berangkat menuju lokasi dari Planetarium pukul 11.30 Kebetulan FOSCA hadir dalam acara tersebut berkat Pembina yang mengajak kita untuk mengisi materi di acara tersebut.

Perjalanan cukup jauh.. Sampe2 kita sendiri bingung.. udah mana panas banget..
Sampai lokasi sekitar jam 1.. kemudian kita langsung sholat terlebih dahulu..
Setelah sholat kita langsung masuk materi.. Materi pertama diberikan oleh Kak Nurdiansah selaku pembina FOSCA.. beliau memberikan materi tentang Astronomi dalam Islam..

Pemberian Materi Oleh Kak Nurdiansah



Setelah Kak Nurdin memberikan materi, ada jeda istirahat.. jeda istirahat ini dipakai oleh panitia untuk memasang film upin dan ipin. film ini membuat para peserta tertawa terbahak2.

Film yang totalnya 6 episode di setel hanya 3 episode. dan langsung jeda untuk sholat Ashar..

Setelah jeda sholat ashar.. ini dia waktu yang paling ditakutkan oleh FOSCA.. pemberian materi tentang KIR.. Asal usul FOSCA didirikan.. dan kemudian sesi tanya jawab..
Persiapan Materi Oleh FOSCA

Materi yang di sajikan hanya berkisar tentang FOSCA.. kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh FOSCA.. Peserta dari KIR SMAN 4 Bekasi sangat antusias dengan FOSCA.. Hanya saja mereka sedikit kecewa karena untuk tahun ini dan tahun 2009.. Kegiatan yang diadakan oleh FOSCA hanya berkisar tentang Astronomi..

Pemberian materi oleh FOSCA [Indra Firdaus]

Materi Astronomi dalam Islam Oleh Kak Nurdiansah

Memperkenalkan Astronomy Project dari FOSCA oleh KIR SMAN 4 Bekasi

Tanya jawab yang di moderatori oleh Dio [ KIR SMAN 4 Bekasi ]

Kegiatan ini dilaksanakan sampai buka puasa.. FOSCA berbuka puasa bersama para Peserta dari SMAN 4 Bekasi dan juga dari Alumni2 KIR SMAN 4 Bekasi yang rata2 mereka sudah bekerja..

Persiapan berbuka puasa oleh akhwat KIR SMAN 4 Bekasi

Ramah tamah dengan Alumni KIR SMAN 4 Bekasi

Well.. Dari FOSCA untuk acara tersebut sangat menarik, menambah pengalaman FOSCA dalam hal Presentasi..

Kawan.. Harap sabar yah untuk Penelitian yang lain.. Sedang diusahakan..
Thank's..

-RigeL

Rabu, September 24, 2008

Electrical Activity on Titan Confirmed: The Spark for Life?

NASA/JPL/Space Science Institute/ESA

Titan not only has an atmosphere it has hydrocarbon lakes, oceans, sand dunes and now research has just been published proving Saturn's moon is sparkling with electrical activity. Scientists are in general agreement that organic molecules, the precursors to life on Earth, are a consequence of lightning in the atmosphere. Now, using data from the Huygens probe that descended through Titan's atmosphere in 2005 and continued transmitting for 90 minutes after touchdown, Spanish scientists have "unequivocally" proven that Titan has electrical storms too. The presence of electrical activity in the atmosphere is causing much excitement as this could mean that organic compounds may be found in abundance on the Titan surface.

The fruits from the Cassini-Huygens mission are coming thick and fast. Only yesterday, Nancy reviewed the discovery of liquid hydrocarbon lakes by Cassini's Visual and Infrared Mapping Spectrometer (VIMS). Although possible lakes have been theorized, it is only now that there is observational proof of the existence of such features. Now, three years after the Huygens probe dropped through Titan's atmosphere, scientists have made another crucial discovery: Titan experiences electrical activity in its atmosphere. Now Titan has all the necessary components for life; it has an atmosphere with electrical activity, increasing the opportunity for prebiotic organic compounds to form, thus increasing the possibility for life to evolve.

According to Juan Antonio Morente from the University of Granada, Titan is already considered a "unique world in the solar system" since the early 20th Century when Spanish astronomer José Comas y Solá made the discovery that the Saturn moon had an atmosphere. This is what makes Titan special, it has a thick atmosphere, something that is not observed on any other natural satellite in the Solar System.

"On this moon clouds with convective movements are formed and, therefore, static electrical fields and stormy conditions can be produced. This also considerably increases the possibility of organic and prebiotic molecules being formed, according to the theory of the Russian biochemist Alexander I. Oparín and the experiment of Stanley L. Miller [who managed to synthesise organic compounds from inorganic compounds through electrical discharges] That is why Titan has been one of the main objectives of the Cassini-Huygens joint mission of NASA and the European Space Agency" - Juan Antonio Morente.

Morente and his team analysed data from Huygens' Mutual Impedance Probe (MIP) that measured the atmospheric electrical field. The MIP instrument was primarily used to measure the atmosphere's electrical conductivity but it also acted as a dipolar antenna, detecting the natural electric field. The MIP was therefore able to detect a set of spectral peaks of extremely low frequency (ELF) radio signals (known as "Schumann resonances"). These ELF peaks are formed between the moon's ionosphere and a huge resonant cavity in which electromagnetic fields are confined.

The detection of these signals have led the Spanish researchers to state that it is "irrefutable" evidence of electrical activity on Titan, not dissimilar to static charge that builds up in the terrestrial atmosphere, leading to electrical storms.

Source: Scientific Blogging

 

Forum of Scientist Teenagers (FOSCA) Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template