Minggu, Januari 03, 2010

Nanoteknologi, Peluang Atau Pilihan?


Istilah "nanoteknologi" akhir-akhir ini begitu populer di masyarakat. Teknologi itu bahkan enjadi tren riset dunia, khususnya di negara-negara maju. Eropa dan Amerika merupakan pelopor dalam investasi riset di bidang teknologi tersebut, diikuti Australia, Kanada dan negara-negara Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, RRC dan Singapura.

Alokasi dana riset untuk keseluruhan negara-negara di Asia dalam bidang nanoteknologi mencapai satu miliar dolar AS yang mendekati total investasi keseluruhan negara-negara Eropa. Amerika menginvestasikan sekitar dua pertiga dari jumlah tersebut, yang hanya lebih besar sedikit dari jumlah yang diinvestasikan Jepang.

Jika demikian besar jumlah dananya, dapat dikatakan riset di bidang nanoteknologi tentu sangatlah potensial. Dan, teknologi itu memiliki prospek yang cerah di kemudian hari.

"Namun perlu diingat, suatu teknologi memiliki dampak, baik positif maupun negatif. Dampak-dampak tersebut selain berpengaruh pada segala sesuatu yang ada sebelum keberadaan teknologi itu, juga berpotensi untuk mengubah segala sesuatunya," kata Dr Rosari Saleh dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (UI) dalam pidato ilmiahnya pada Dies Natalis UI ke-53, di kampus UI Depok, Sabtu (8/2).

Teknologi Nanoteknologi

Istilah nanoteknologi pertama kali dipopulerkan peneliti Jepang Norio Taniguchi pada tahun 1974 lalu. Nanoteknologi adalah teknologi yang mampu mengerjakan dengan ketepatan lebih kecil dari satu mikrometer (seperjuta meter). Pengertian yang terkandung dalam kata "nanoteknologi" yang berkembang saat ini lebih dari sekadar miniaturisasi dalam skala nanometer (sepermiliar meter), tetapi suatu istilah dari teknologi dengan aplikasi yang sangat luas melingkupi hampir di seluruh kehidupan manusia.

Kloning

Suatu nanoteknologi yang hingga saat ini masih menimbulkan kontroversi di masyarakat adalah kloning dan modifikasi genetika. Aplikasi bioteknologi dalam bidang genomik pada awalnya ditujukan untuk memperoleh organisme yang identik demi kepentingan riset dan produksi, seperti tanaman pangan dan hewan riset. Modifikasi gen dilakukan dengan memanipulasi kode genetik tumbuhan dan hewan serta merekayasa sifat-sifat tertentu dari kedua makhluk hidup tersebut agar diperoleh organisme yang lebih baik.

"Pengaruh dan dampak yang timbul dari bioteknologi untuk bidang genomik adalah kepemilikan dan privasi atas hasil pendataan gen. Analisis DNA dapat menimbulkan masalah privasi dan pemantauan yang berlebihan terhadap data DNA yang digunakan dalam penyelidikan kasus kriminal, penolakan klaim asuransi dan diskriminasi pegawai. Karena itu, perlu diatur kebijakan yang mengatur penggunaan data DNA dalam asuransi dan kepegawaian," ucapnya.

Teknologi Kloning DNA

Kemajuan dalam mengetahui kemampuan kognitif dan kesehatan manusia secara genetika membantu pendidikan dan program penyembuhan, tetapi dapat disalahgunakan untuk mendiskriminasi manusia dengan keterbatasan tertentu dan memperuncing permasalahan sosial. "Modifikasi terhadap organisme juga dapat mengarah pada pembuatan senjata biologi," katanya.

Sedangkan aplikasi dalam bidang biomedik, kata Dr Rosari Saleh, digunakan untuk menghasilkan jaringan dan organ organik maupun tiruan. Kemajuan dalam merekayasa dan memperbaiki jaringan dan organ digunakan untuk mengganti bagi tubuh manusia dalam usaha mengatasi masalah kesehatan. Aplikasi therapi sel untuk mengganti sel-sel yang rusak pada otak atau organ tubuh manusia yang lain dilakukan dengan menggunakan sel yang terdapat pada awal pembentukan embrio atau jaringan janin. "Tentu saja riset di bidang ini menimbulkan perdebatan moral dan etika," katanya.

Dampak global dari tren riset dunia tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung akan melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia akan berubah dengan pengaruh teknologi-teknologi tersebut dalam semua segi kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, lingkungan etika maupun moral, terlepas dari pilihan negara untuk memilih maupun tidak memilih berpartisipasi dalam teknologi-teknologi tersebut.

"Tidak hanya universitas maupun lembaga riset yang menjadi "pemain utama" dalam perencanaan dan pengembangan suatu teknologi. Ada "pemain" lain yang turut berperan, yaitu industri, pemerintah, investor dan end-user. Universitas maupun institusi riset mengemban tanggungjawab untuk memberi informasi yang tepat tentang arah dan kebijakan riset yang baik dan bermanfaat bagi kemajuan dan kemakmuran suatu negara," tegas doktor lulusan Jerman itu.

Pengkajian terhadap dampaknya, para pakar ilmu sosial humaniora berperan penting dalam memilih dan memilah aplikasi teknologi yang akan berkembangkan di Indonesia. Karena, di samping dampak-dampak yang bersifat umum, terdapat dampak yang bersifat khusus untuk suatu negara yang bergantung pada situasi, kondisi dan sumber daya negara tersebut. Hal itu sesuai dengan amandemen keempat UUD 1945 Pasal 31 ayat 5 yang menyatakan bahwa "Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia."

"Dengan demikian jelaslah bahwa tidak semua teknologi, walaupun baik dan bermanfaat, dapat dikembangkan di Indonesia jika tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang masyarakat," tegas Rosari Saleh.

sumber : http://www.nano.lipi.go.id/

Kamis, Desember 31, 2009

Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2010


ISPO merupakan upaya untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan energi yang dihadapi di seluruh dunia. ISPO juga mendorong munculnya alternatif sumber energi yang terbarukan, efisiensi energi, manajemen enrgi dan konsep penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

ISPO menyediakan kesempatan bagi para siswa sekolah menengah untuk mempersiapkan diri sebagai ahli rekayasa masa depan yang memiliki pemahaman luas dan mendalam akan isu-isu global dan penguasaan akan teknologi yang dapat digunakan untuk menjaga keberlanjutan dunia.

Banner website ISPO di www.ispo.or.id

KATEGORI
  • Rekayasa Teknologi
  • Lingkungan
  • Kimia
  • Fisika
  • Biologi
  • Matematika
PESERTA
  • SMP / MTs
  • SMA / MA
  • SMK
PELAKSANAAN
  • 5 Februari 2010 : Pendaftaran dan Pengiriman Makalah terakhir
  • 3 Maret 2010 : Pukul 11.00 WIB : Pembukaan dan Pukul 11.00 - 17.00 WIB ": Pameran dan Penilaian.
  • 4 Maret 2010 : Pukul 09.00 - 17.00 WIB : Pameran dan Penilaian.
  • 5 Maret 2010 : Pukul 09.00 - 15.30 WIB : Pameran proyek dan Pukul 15.30 - 17.00 WIB : Penutupan

Poster Indonesian Science Project Olympiad (
ISPO) 2010

SEKRETARIAT PUSAT

PASIAD INDONESIA, d.a. Graha Diandra Lt.2 Jl. Warung Buncit Raya No.2 Jakarta
Telp. 021 - 791 96110, 791 96208 Faks. 021 791 96114
Website : www.ispo.or.id
E-mail : info@ispo.or.id

Laporan Partisipasi FOSCA dalam Rangka “International Year of Astronomy (IYA) 2009”


Pada kesempatan akhir tahun 2009 ini, kami selaku pengurus FOSCA melaporkan artisipasi kami dalam rangka perayaan Tahun Astronomi Internasional 2009, dimana kami selama 1 tahun ini telah mengadakan dan mengikuti berbagai kegiatan yang berhubungan dengan IYA 2009, baik yang bersifat “Cornerstone Project” maupun “Special Project” yang telah di canangkan PBB, UNESCO dan IAU. Diantaranya meliputi kegiatan :

Logo IYA 2009

CORNERSTONE PROJECT

1. The Galileoscope
Pada proyek ini FOSCA mendapatkannya dari National Astronomical Observatory of Japan (NAOJ) melalui bantuan Bapak Dr. Hakim L. Malasan (ITB) berupa 1 set buah Telescope You Are Galileo! Project. Dimana dengan alat tersebut, FOSCA pergunakan untuk media alat pengenalan dan pemahaman Astronomi dikalangan pelajar KIR SMA di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) dalam bentuk kegiatan “Science Project 2009”, dimana project tersebut diterima 15 Sekolah SMA yang mempunyai organisasi ekstrakulikuler KIR (Kelompok Ilmiah Remaja / Science Club). Dan direncanakan project ini akan dilanjutkan di tahun 2010.

Galileoscope Project IYA 2009 : "You are Galileo! Project"

2. 100 Hours of Astronomy
Pada proyek ini FOSCA mengadakan kegiatan berupa kegiatan Pengenalan, Penyuluhan dan Pelatihan dalam bentuk kegiatan Workshop dan Observasi. Kegiatan yang dilakukan selama 4 Hari, yakni dari tanggal 02-05 April 2009 ini tergolong sukses, dimana selama 4 hari tersebut, FOSCA mengadakan kegiatan parallel, dimana 2 hari pertama dipusatkan di SMAN 42 Jakarta dan SMAN 54 Jakarta, sedangkan 2 hari berikutnya dipusatkan di Planetarium da Observatorium Jakarta. Kegiatan ini juga terdaftar di website resmi Cornerstone Project IYA 2009 -100 Hour of Astronomy, yakni di :
http://www.100hoursofastronomy.org/component/eventlist/venueevents/628-forum-of-scientist-teenagersfosca-science-club

Workshop Astronomi dalam rangka 100 Hours of Astronomy Project IYA 2009

3. Dark Skies Awareness
Pada proyek ini FOSCA mengikuti kegiatan Pengamatan benda langit dalam bentuk kegiatan 5x “Star Party” yang diadakan oleh kakak-kakak dari HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta) dan teman-teman dari KASTRO (Klub Astronomi) “Lunar” SMAN 3 Bogor. Selain itu juga FOSCA juga mengadakan kegiatan “Star Party” di Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Pulau Pari - Kepulauan Seribu Jakarta. Dimana kegiatan Star Party tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan PIKIR (Perkemahan Ilmiah untuk Kelompok Ilmiah Remaja) atau kami sering istilahkan SCIENCE CAMP yang bentuknya berupa Latihan Dasar Penelitian (LDP) bidang : Biologi, Oseanografi dan Astronomi.

Star Party di "Science Camp 2009 Pulau Pari LIPI"

4. Galilean Night
Pada proyek ini FOSCA melalukan hampir sama dengan project 100 Jam Astronomi, yakni mengadakan kegiatan berupa kegiatan Pengenalan, Penyuluhan dan Pelatihan dalam bentuk kegiatan Seminar, Workshop dan Observasi. Bedanya kegiatan yang dilakukan 22-24 Oktober 2009 ini, kami pusatkan di kalangan, yakni yang berstatus pelajar SMA dipusatkan di Planetarium dan Observatorim Jakarta, sedangkan untuk masih berstatus pelajar SMP di pusatkan di SMPN 99 Jakarta. Kegiatan ini juga terdaftar di website resmi Cornerstone Project IYA 2009 - Galilean Night, yakni di :
http://www.galileannights.org/events/event_country_indonesia.html

Pengamatan Langit di SMPN 99 Jakarta di acara Galilean Night IYA 2009

5. Developing Astronomy Globally
Pada proyek ini FOSCA memperkenalkan Astronomi dikalangan masyarakat umum dan pelajar denga berbagai bentuk kegiatan yakni berupa Pameran, Kunjungan, Pelatihan, dll. Seperti contohnya FOSCA mengadakan / mengikuti :
  • Talkshow, Worksho dan Pengamatan Gerhana di acara Gerhana Matahari Cincin 2009, imana FOSCA bekerjasama dengan KASTRO “Sirius” SMAN 89 Jakarta pada tanggal 26 Januari 2009.
  • Talkshow, Workshop dan Pameran Astronomi di acara World Book Day 2009 pada 26-27 April 2009 dan 16-17 Mei 2009 bertempat di Museum Bank Mandiri Jakarta.
  • Talkshow dan Workshor Astronomi di acara Serbu Ilmu di bulan Ramadhan, dimana FOSCA bekerjasama dengan KIR SMAN 6 Jakarta pada tanggal 29 Agustus 2009.
  • Seminar dan Pameran Astronomi di acara Seminar Astronomi dan Astrofisika HAI di kampus center ITB Bandung pada tanggal 29-31 Oktober 2009.
  • Talkshow dan Workshop Astronomi dalam Rangka Hari Sains Dunia, dimana FOSCA bekerjasama dengan KIR SMAN 31 Jakarta pada tanggal 07 November 2009.
  • Talkshow dan Badah Film Astronomi tentang Fenomena 2012, dimana FOSCA bekerjasama dengan KASTRO “Sirius” SMAN 89 Jakarta pada tanggal 12 Desember 2009.

Talkshow dan Workshop Astronomi di acara World Book Day 2009

SPECIAL PROJECT

1. Solar Physic
Pada proyek yang menitik beratkan tentang kegiatan yang berhubungan dengan Matahari, FOSCA mengadakan kegiatan Pengamatan Matahari yang dicanangkan oleh koordinator Solar Special Task Group IYA 2009, yakni pada tanggal 01 Januari 2009 dalam kegiatan DAWN IYA 2009 dan pada tanggal 05 April 2009 dalam kegiatan SUN DAY 2009. Selain itu juga FOSCA mengikuti pengamatan Gerhana Matahari Parsial pada tanggal 26 Januari 2009 bertempat di SMAN 89 Jakarta.

Pengamatan Matahari di acara DAWN IYA 2009

2. Astrophilately
Pada proyek ini FOSCA hanya mengikuti kunjungan ke acara Peluncuran Prangko seri Tahun Astronomi Internasional 2009 yang diadakan oleh Observatorium Bosscha ITB bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia yang berlangsung pada 02 Mei 2009. Dimana dalam acara tersebut terdapat juga Pameran Prangko yang bertemakan Astronomi, Ilmu tersebut sering dikenal dengan sebutan Astrophilately. Dalam kegiatan yang berhubungan dengan Astrophilately, FOSCA bukan hanya kali itu saja mengunjungi kegiatan yang bertemakan astrophilately, melainkan pada tahun 2008, FOSCA menghadiri Pameran Prangko Asia 2008, yakni The 22nd Asian International Stamp Exhibition di JITEX Mangga Dua Square pada tanggal 26 Oktober 2008 yang lalu.

Kunjungan Peluncuran Prangko IYA 2009 di Observatorium Bosscha

3. 400 Year of the Telescope Galileo
Pada proyek ini FOSCA hanya menghadiri acara ASTRO PARTY 2009 yang di adakan di Pusat Kebudayaan Itali, dimana kegiatan ini terselenggara atas kerjasama HAAJ (Himpunan Astronomi Amatir Jakarta), HAI ( Himpunan Astronomi Indonesia ) dan Istituto Italiano di Cultura (Pusat Kebudayaan Itali). Dimana dalam acara yang berformatkan Talkshow tersebut menampilkan Narasumber Astronomi yang berasal dari Brera Astronomical Observatory Milan yakni Bapak Dr. Stefano Covino. Sedangkan dari Indonesia di wakili oleh Bapak Dr. Hakim L. Malasan dan Ibu Premana W. Premadi P.hD dari Observatorium Bosscha ITB Bandung. Dimana tema acara tersebut yakni 400 Year of the Telescope Galileo.

Astro Party 2009 di Istituto Italiano di Cultura Jakarta

4. World Science Day for Peace and Development
Pada proyek ini berawal dari peringatan World Science Day for Peace and Development yang dicanangkan oleh UNESCO dimana setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Sains Sedunia. Bertetapatan dengan Tahun 2009 sebagai International Year of Astronomy 2009, maka UNESCO mencanangkan World Science Day 2009 bertemakan Astronomi. Dari pemikiran diatas, FOSCA bekerjasama dengan UNESCO Jakarta dan KIR SMAN 31 Jakarta mengadakan Talkshow dan Workshop Astronomi, dimana materi workshop menampilkan Sundial, Teodolit, Pinhole, dan Water Rocet.

Talkshow dan Workshop Astronomi di acara World Science Day 2009

5. Galilean Satellites of Jupiter
Pada proyek ini dilakukan proyek penelitian astronomi dimana salah satunya ada yang bertemakan tentang Penelitian Jupiter beserta satelitnya yang diteliti oleh Saudari Dessy Eprilya dari KIR SMAN 38 Jakarta. Dimana Dessy penelitiannya diikutsertakan ke ajang perlombaan penelitian tingkat Nasional :
  • LPIR 2009 (Lomba Penelitian Ilmiah Remaja) yang diadakan oleh DEPDIKNAS RI pada bulan Agustus 2009. Dessy mengirimkan Karya Tulis dengan judul “Implemantasi Kamera Digital CMOSCOPE untuk Mengidentifikasi Satelit di Jupiter” dimana karyanya menghasilkan “Penghargaan Presentasi Terbaik LPIR 2009”
  • LKIR 2009 (Lomba Karya Ilmiah Remaja) yang diadakan oleh LIPI pada bulan oktober 2009. Dessy mengirimkan Karya Tulis dengan judul “Implemantasi Kamera Digital SLR untuk Menentukan Massa Planet Jupiter” dimana untuk kali ini dessy tidak berhasil lolos sebagai finalis.
  • OPSI 2009 (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) yang diadakan oleh DEPDIKNAS RI pada bulan November 2009. Dessy mengirimkan Karya Tulis dengan judul “Implementation Digital Camera SLR for Identification Moon’s and Mass of Jupiter” dimana untuk kali ini dessy berhasil menjadi sebagai finalis.
Selain itu Dessy juga mengirimkan karya penelitianya di Seminar Astronomi dan Astrofisika di ITB Bandung pada tanggal 29-31 Oktober 2009 dalam sesi 2 tentang Solar System (Tata Surya).

Kompetisi LPIR 2009 dengan Dessy meneliti Jupiter

Demikian paparan laporan kegiatan yang telah FOSCA adakan maupun ikuti sepanjang tahun 2009 yang berhubungan dalam partisipasi FOSCA dalam Perayaan International Year of Astronomy 2009 di Indonesia. Dalam kesempatan Ini juga, kami selalu pengurus FOSCA meminta maaf atas kesalahan dan kekeliruan kami dalam mengadakan maupun mengikuti kegiatan IYA 2009. Tak lupa kami haturkan ucapan terima kasih kepada :

Logo Partisipasi FOSCA di IYA 2009
  1. Allah Subbahana Watallah, Tuhan yang maha esa
  2. Para Pembina kami (Pak Widya, Kak Nurdin, Kak Iyan)
  3. Para Alumni FOSCA basis Kuliah (Kak Indra, kak Adis, kak Tania, kak Dinda, kak Taufik, kak Yuli, kak Ayu, kak Yures, kak Dio, kak Vina, kak Mawan, kak Asti, kak Indriani, kak Puji, dkk.)
  4. Para Alumni FOSCA basis Kelas XII (Kak Dessy, kak Mitha, kak Zara, kak Puput, kak Nisa, kak Fahmi, kak Lita, kak Anis, kak Meida, kak Dina, kak Bella, kak Mawardi, kak Narto, kak Buma, kak Ria, kak Fadil, kak Rian, kak Tiwi, dkk)
  5. Para teman FOSCA kelas XI (Gwyn, Adly, Adel, Della, Sherli, Bayu, Elsi, Wildan, Mitha, Iffa, Fahmi, David, Ade Triana, Jua, Firda, Ersania, Icha, Tariza, Puji, dkk)
  6. Para Instansi Sains (HAAJ, HAI, Planetarium Jakarta, Observatorium Bosscha, Prodi Astronomi ITB, LAPAN Jakarta & Bandung, LIPI, DEPDIKNAS RI, HIMASTRON, Langit Selatan, dll.)
  7. Para teman-teman Pengurus dan Pembina KIR SMA yang berada di wilayah JABODETABEK.
  8. Teman-teman yang yang belum disebutkan
Atas bantuan dan dukungannya, semoga di tahun 2010 nanti kita bisa bekerjasama lagi dalam rangka Perayaan International Year of Biodiversity 2010, Amin.

Logo Partisipasi FOSCA di IYA 2009

Minggu, Desember 20, 2009

Report Fenomena "2012" - Bedah Film dan Talkshow

Pada tanggal 12 Desember 2009 FOSCA bekerjasama dengan KASTRO (Klub Astronomi) SMA Negeri 89 Jakarta mengadakan kegiatan Bedah Film tentang Film "2012", serta mengadakan kajian Film secara Sains berdasarkan Ilmu Astronomi dan Astrofisika. Kegiatan tersebut berbentuk Talkshow Astronomi, dimana sebagai Narasumber berasal dari para pakar dibidang Astronomi dan Astrofisika, yakni :

1. Ibu Premana W. Premadi P.hD dari Observarorium Bosscha Lembang dan Prodi Astronomi ITB Bandung.
2. Bapak Drs.Widya Sawitar dari Planetarium dan Observatorium Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Suasana Acara Bedah Film dan Talkshow Fenomena "2012"di SMAN 89 Jakarta

Acara Bedah Film dan Talkshow tentang Fenomena "2012" kali ini dihadiri oleh 97 siswa dari seluruh Jakarta diantaranya dari SMAN 12, 31, 38, 54, 89, 98, 102 Jakarta, SMA Labschool Rawamangun , SMAN 4, 14 Bekasi. Peringatan WSD di SMAN 31 diisi dengan Talkshow, Bedah Film, Pameran dan Pengamatan Matahari.

Presentasi tentang Profil KASTRO SMAN 89 Jakarta

Acara pertama dengan pengenalan profil KASTRO SMAN 89 Jakarta yang disampaikan oleh sang ketua, yakni saudari Sherly, lalu kegiatan dilanjutkan dengan diisi dengan acara bedah film, dimana para peserta di berikan sajian film 2012 secara keseluruhan selama durasi 2 jam dan 30 menit untuk mengkaji bagian-bagian mana yang masih terkandung bagian-bagian yang bernuansa science astronomis-nya. Adapun sebagai narator bedah film dipimpin oleh saudara Gwyn Walesa dari FOSCA.

Bedah Film 2012 yang disampaikan oleh saudara Gwyn Walesa

Setelah materi bedah film, kegiatan di rehat buat ISHOMA (Istrirahat, Sholat Zuhhur, dan Makan Siang), lalu peserta juga dapat beristirahat sambil melihat pameran-pameran dan juga pengamatan Matahari di lapangan SMAN 89 Jakarta. Acara kembali dimulai pada pukul 13.30 siang dengan acara Talkshow. Dimana Talkshow tersebut di sampaikan oleh Ibu Nana dan Bapak Widya dengan didampingi saudara Rahmat dan Gwyn sebagai Moderator. Pada paparan presentasi pak widya menjelaskan akhir riwayat dari tata surya kita, sedangkan dari paparan ibu Nana menjelaskan tentang akhir riwayat dari alam semesta. Dalam paparan kedua narasumber dijelaskan bahwa beliau berdua tidak setuju dengan akhir dunia yang ditampilkan dari film 2012, yakni mengenai siklus aktifitas matahari yang aktif pada tahun 2012.

Suasana Talkshow tentang Fenomena "2012" di SMAN 89 Jakarta

Pemateri 1. Ibu Premana W. Premadi, P.hD dari Observatorium Bosscha

Pemateri 2. Bapak Drs. Widya Sawitar dari Planetarium Jakarta

Setelah acara talkshow 2012, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan International Year of Astronomy (IYA) 2009 untuk wilayah Lokal di kota Jakarta & sekitarnya. Dimana Bapak Widya membacakan sambutan dari SPoC (Single Point of Contact) IYA 2009 Indonesian Node, yakni dari Bapak Dr. Taufik Hidayat (Kepala Observatorium Bosscha ITB Bandung).

Bapak Widya membacakan sambutan SPoC IYA 2009 Indonesian Node

Dan berikut ini adalah dokumentasi lengkap dari kegiatan Bedah Film dan Talkshow tentang Fenomena "2012" di SMAN 89 Jakarta :

Stand Pameran dari KASTRO SMAN 89 Jakarta

Ular Tangga Astronomi milik KASTRO SMAN 89 Jakarta

Stand Pameran dari FOSCA

Stand Pameran dari KIR SMAN 89 Jakarta

Foto Bareng di acara Bedah Film dan Talkshow 2012

Senin, Desember 14, 2009

Report Green Festival 2009

FOSCA (Forum of Scientist Teenagers) pada tanggal 6 Desember 2009 menghadiri Acara Green Festival 2009 yang berlansung di Parkir Timur Senayan, Dimana dalam kegiatan itu menampilkan beberapa kegiatan diantaranya Pameran Peduli Lingkungan, Workshop Lingkung Hidup, dll. Adapun yang mewakili FOSCA dalam menghadiri event Green Festival 2009 diantaranya berasal dari KIR (Kelompok Ilmiah Remaja) SMAN 31, 54, dan 98 Jakarta
Dokumentasi kegiatan di Green Festival 2009 sebagai berikut :

Acara Green Festival 2009 menampilkan pameran lingkungan hidup
FOSCA berfoto dengan salah satu maskot Green Festival 2009

FOSCA berfoto dengan salah satu maskot Green Festival 2009

FOSCA diperkenalkan dengan Lantai yang minim radiasi

Foto bersama di di depan bambu mini Penyerap CO2

 

Forum of Scientist Teenagers (FOSCA) Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template